APA BEDA LUKISAN DENGAN PHOTO ?
Seringkali orang bertanya, apa bedanya memasang photo keluarga di ruang tamu kita dibandingkan dengan sebuah lukisan portrait keluarga yang ekspresif..?
Salah seorang teman bernama DORUNA dalam Blognya menulis:
" Sebagai salah satu hobi yang paling banyak digemari di dunia, tentu kita bisa mengatakan bahwa melukis dan memotret adalah dua hal yang berbeda, dari segi alat dan cara melakukannya.
Tidak hanya sekedar kanvas dan kamera, ada beberapa hal penting lainnya yang juga bisa dikatakan sebagai pembeda antara seni fotografi dan seni melukis sebagai sebuah aktivitas. Hal-hal ini adalah hal mendasar secara teori yang setidaknya perlu diketahui oleh orang-orang yang baru mulai memasuki dunia lukis dan fotografi.
Apa sajakah hal tersebut? Mari simak penjelasan di bawah ini.
Apa perbedaan mendasar antara seni fotografi dan seni melukis?
Secara harafiah, menggambar atau melukis adalah menorehkan suatu pigmen ke atas sebuah permukaan dengan menggunakan tangan atau alat. Sementara itu fotografi adalah menggunakan sebuah teknologi untuk membuat ulang sesuatu dalam bentuk 2 dimensi.
Dengan demikian, baik melukis maupun memotret, keduanya adalah sebuah kegiatan mengambil gambar dengan cara dan hasil yang berbeda.
Ketika seseorang melukis, ia menggunakan imajinasi dan inspirasinya. Pelukis dapat menciptakan gambar yang serupa dengan objek, misalnya pemandangan atau karikatur wajah. Dengan objek yang sama, pelukis lain dapat menciptakan gambar yang surreal dan abstrak. Namun demikian, mereka bisa menggunakan berbagai aspek seperti ketebalan garis, warna, dan media yang digunakan untuk mengekspresikan emosi dan imajinasi mereka.
Sementara itu, fotografer mendapatkan karyanya dengan menangkap sebuah momen, memanfaatkan cahaya, ketepatan waktu, sudut pengambilan gambar, dan aspek ekstrinsik lainnya untuk mengekspresikan emosi mereka dengan lebih sempurna.
Seorang artis hebat bernama Jay Maisel pernah mengatakan, "Jika kau mengunci seorang pelukis dan alat-alatnya dalam sebuah ruangan kosong, ia akan menciptakan sebuah lukisan. Jika kau kunci seorang fotografer dan kameranya di ruangan kosong, ia tidak bisa melakukan apa-apa."
Seni fotografi mendapatkan ide dan inspirasinya dari luar, sementara itu seni melukis mendapatkan inspirasinya secara murni dari hati dan imajinasi.
Analogi lainnya, melukis itu seperti menulis sebuah cerita fiktif dan penuh imajinasi, dan memotret itu seperti menulis sebuah artikel berita yang didasarkan pada sebuah kenyataan dan fakta.
Meskipun demikian, kedua hal tersebut tetap memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Fotografi tidak mengancam seni lukis, demikian pula sebaliknya."
Saya sendiri sependapat dengan Doruna, bahwa sebuah lukisan portrait yang penuh ekspresi dari sang pelukis yang dirasakannya pada saat dia melukis photo keluarga itu, akan sangat berpengaruh pada pemirsanya daripada seorang pemirsa hanya melihat sebuah portrait keluarga, dimana suasana yang tertangkap oleh kameralah yang mempengaruhi vision photo itu.
Suasana dan ekspresi yang terpancar pada photo atau lukisan itupun akan mempengaruhi suasana atau citra Ruang Keluarga dimana photo atau lukisan tersebut terpasang.
Nah, sampai disini apa yang Anda pikirkan dan rasakan..? Silakan mencobanya..!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar